Senin, 24 Agustus 2015

Kapankah Kita Akan Dipertemukan ?

Diposting oleh wahyuniayu di 12.48


Singkat cerita kami menjalin hubungan ini memang satu sama yang lain mempunyai  tujuan yang sama, walau memang sebenarnya tidak ada perasaaan sebelumnya apalagi sebuah pertemuan terlebih dahulu karena jarak yang tidak bisa dihindari. Kita berkenalan lewat media sosial, entah kenapa dari pertama kenal merasa ada sesuatu yang beda dari perkenalan sebelumnya yang hanya menomor satukan penampilan.
Karena tujuan kita sama, kita menjalani hubungan ini. Aku awalnya tidak mempunyai perasaan, mungkin karena tujuan yang sama aku menjalaninya, karena sayang dan cinta akan tumbuh dengan sendirinya lewat bekomunikasi. Setelah beberapa hari berjalan rasa itu mulai perlahan muncul, dan entah kenapa aku menjalin hubungan ini tanpa ada rasa beban sama sekali untuk menjaga semua perkataanku. Aku yang selalu berhati-hati agar bisa berhubungan baik setiap memulai berhubungan, tapi dengan dia aku bebas mengeluarkan segala emosiku, segala kekhawatiranku, segala kesedihanku, segala masalahku dan aku bisa menceritakannya kepada dia. Aku yang apa adanya yang aku tunjukan kepada dia. Dia menerima aku dengan semua kelebihan dan kekuranganku. Tanpa terasa, kita sudah menjalani beberapa bulan ini, tapi sampai sekarang belum bisa bertemu. Aku menginginkannya tapi dia seperti tidak menginginkannya. Tapi itu salah itu hanya perasaan aku saja. Setiap aku bicara "Mau apa ngga sih ketemu", dia bilang kalau mengikuti soal perasaan dan nafsu dia ingin sekali bertemu. Kerjaan yang sibuk hingga setiap akhir pekan harus lembur sampai pagi.  Apa yang aku bisa lakukan selain mengerti keadaannya yang kelelahan dari pekerjaannya itu.
Ketika rasa rindu, rasa ingin bertemu itu muncul, rasanya perasaan aku tidak mengerti, aku ingin bertemu tapi jarak yang memisahkan, aku ingin bertemu tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku selalu mendengar suara rekaman telepon kami berdua yang sebenarnya tidak sengaja terekam, aku selalu mendengarnya disaat aku ingin bertemu, mendengar suaranya seperti mengobati rasa rindu,  hanya dengan mendengar suaranya aku seperti lagi berbincang-bincang tepat didepan matanya. Dan aku selalu berpikir apa aku selemah ini ? Hingga mempunyai perasaan ingin bertemu saja seperti ini.
Ada salah satu teman selalu bilang, "Kenapa belum bertemu, kalau dia sayang harusnya dia akan melakukan apa saja untuk bertemu, blaa blaaa blaaa". Banyak yang mengatakan seperti itu, sampai aku mengirimi pesan kepada dia, saat itu tengah malam  "Kenapa kamu tidak mau ketemu, kalau beneran sayang sama aku harusnya mau untuk ketemu dan bisa menyempatkan waktu". Aku sampai terbawa emosinya berpikir seperti itu, hingga kami selalu bertengkar soal masalah ini. Aku tau kerjaan dia seperti apa, pergi dan pulang pun dia selalu menyempatkan menelepon, tapi aku masih saja berpikir negatif harusnya aku tidak berpikir seperti itu. Berpikir negatif hanya akan membuat semuanya makin kacau.
Berbulan-bulan berlalu tapi masih saja belum bisa bertemu, dia pernah bilang nanti libur lebaran datang ke rumah, tapi tidak jadi karena dia hanya mempunyai libur 4 hari dan hari itu tepat jalanan lagi macet-macetnya, tidak mungkin pergi dengan perjalanan seperti itu hanya menghabiskan waktu dijalanan saja.
Aku selalu bertanya kepada dia "Kamu serius ngga sama aku? Kalau tidak jangan pernah ngasih harapan apapun sama aku, biar aku tidak berharap lebih" tapi dia jawab kesekian kalinya "Aku serius menjalani hubungan ini, kenapa udah ragu? Keliatan sama kamu apa selama ini?". Aku sempat berpikir baiklah kami tidak bisa bertemu dahulu, mungkin belum saatnya berpikir positifnya aku. Tapi tetap ketika aku ada ada pikiran itu, pikiran aku menjadi kacau. Aku tidak bisa menahan emosi itu. Aku sangat menyayangi dia, dia yang begitu sabar menghadapiku, dia tidak pernah berbalik marah. Dia hanya baca pesan-pesan aku yang sangat panjang itu tanpa berkomentar banyak juga. Apalagi yang bisa aku lakukan? Bertemu tidak bisa dan aku hanya bisa meluapkan kekesalan dan amarahku lewat pesan singkat. Aku sering mengiriminya pesan yang panjang bisa paling banyak 5 pesan sekaligus yang aku kirim. Hanya itu yang bisa aku lakukan, supaya dia tau perasaan aku seperti apa, paling dia balas pesannya "Ya sudah habiskan dulu amarahnya, habiskan dulu emosinya".
Pernah aku bilang , aku ingin bertemu dan dia mau tanpa penolakan bertemu minggu ini juga, tapi lihat kondisinya dulu seperti apa takut lembur sampai pagi. Huhhh senangnya perasaaan aku waktu itu. Dan di hari kamis aku mulai merasakan badanku kurang sehat dan jumat aku akhirnya sakit juga, jumat itu juga dia pulang sampai pagi lagi. Aku mengirim pesan lagi "Aku ingin bertemu, aku ingin bertemu bagaimanapun caranya walau itu hanya 1 jam, setengah jam, 10 menit, 5 menit juga ngga apa-apa asal aku bisa bertemu sama kamu, aku tidak akan membuang waktumu " Aku mengirim pesan seperti itu dan dia jawab "Aku pun punya hati, tidak mungkin aku melakukan itu, memang cinta bisa buat kita jadi irrasional tapi aku tetap ingin rasional".. Ooohh Tuhaannn disitu aku tidak berhenti menangis aku sampai pagi pun masih mengeluarkan air mata. Dan dia bilang juga "Hayuu ketemu kalau tidak mau lihat kondisi masing-masing, aku sakit dia pun sakit, ayo kalau mau ketemu dengan kondisi kaya gini", aku terdiam. Dan dia bilang "Kita ketemu ingin senang-senang, ingin makan bersama, ingin jalan bersama, terus kalau keadaannya seperti ini mau apa".
Mulai sekarang aku akan menunggu waktu itu, aku akan menunggunya. Aku akan ingat apa yang dia bilang, kalau dia tidak serius dengan hubungan ini, dia tidak akan bertahan selama ini, sampai detik ini. Dan sekarang aku hanya bisa berdoa.
Semoga harapan-harapan ini bukan hanya sekedar harapan tapi akan menjadi harapan yang indah pada waktunya.  Tidak saling berjumpa, tapi saling merindukan. Tidak saling menyapa, tapi saling mendoakan. Selama merindu, selama menunggu, pantaskan diri dan tundukan nafsu. Insya Allah jika memang saling mencinta, jika memang Allah mentakdirkan bersama, sejauh apapun jarak, sesulit apapun berjumpa, suatu saat pasti akan bertemu dengan cara-Nya yang jauh lebih indah. Ya aku yakin, aku percaya suatu saat pasti akan bertemu dan bersama.. Amiiinn..


"Semua berjalan dengan indah, meskipun ini bukan kemauan kita, tapi sudah tertata rapi, meski hari ini atau besok kita belum sempat ketemu, mungkin doa kita akan bertemu terlebih dahulu sehingga  kita akan di pertemukan oleh doa-doa kita."

0 komentar:

Posting Komentar

 

Wellcome to my Kingdom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos