Singkat cerita kami menjalin hubungan ini memang satu sama
yang lain mempunyai tujuan yang sama,
walau memang sebenarnya tidak ada perasaaan sebelumnya apalagi sebuah pertemuan
terlebih dahulu karena jarak yang tidak bisa dihindari. Kita berkenalan lewat
media sosial, entah kenapa dari pertama kenal merasa ada sesuatu yang beda dari
perkenalan sebelumnya yang hanya menomor satukan penampilan.
Karena tujuan kita sama, kita menjalani hubungan ini. Aku
awalnya tidak mempunyai perasaan, mungkin karena tujuan yang sama aku
menjalaninya, karena sayang dan cinta akan tumbuh dengan sendirinya lewat bekomunikasi.
Setelah beberapa hari berjalan rasa itu mulai perlahan muncul, dan entah kenapa
aku menjalin hubungan ini tanpa ada rasa beban sama sekali untuk menjaga semua
perkataanku. Aku yang selalu berhati-hati agar bisa berhubungan baik setiap
memulai berhubungan, tapi dengan dia aku bebas mengeluarkan segala emosiku,
segala kekhawatiranku, segala kesedihanku, segala masalahku dan aku bisa
menceritakannya kepada dia. Aku yang apa adanya yang aku tunjukan kepada dia.
Dia menerima aku dengan semua kelebihan dan kekuranganku. Tanpa terasa, kita sudah
menjalani beberapa bulan ini, tapi sampai sekarang belum bisa bertemu. Aku
menginginkannya tapi dia seperti tidak menginginkannya. Tapi itu salah itu
hanya perasaan aku saja. Setiap aku bicara "Mau apa ngga sih ketemu",
dia bilang kalau mengikuti soal perasaan dan nafsu dia ingin sekali bertemu. Kerjaan
yang sibuk hingga setiap akhir pekan harus lembur sampai pagi. Apa yang aku bisa lakukan selain mengerti
keadaannya yang kelelahan dari pekerjaannya itu.
Ketika rasa rindu, rasa ingin bertemu itu muncul, rasanya
perasaan aku tidak mengerti, aku ingin bertemu tapi jarak yang memisahkan, aku
ingin bertemu tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku selalu mendengar suara
rekaman telepon kami berdua yang sebenarnya tidak sengaja terekam, aku selalu
mendengarnya disaat aku ingin bertemu, mendengar suaranya seperti mengobati
rasa rindu, hanya dengan mendengar
suaranya aku seperti lagi berbincang-bincang tepat didepan matanya. Dan aku
selalu berpikir apa aku selemah ini ? Hingga mempunyai perasaan ingin bertemu
saja seperti ini.
Ada
salah satu teman selalu bilang, "Kenapa belum bertemu, kalau dia sayang
harusnya dia akan melakukan apa saja untuk bertemu, blaa blaaa blaaa".
Banyak yang mengatakan seperti itu, sampai aku mengirimi pesan kepada dia, saat
itu tengah malam "Kenapa kamu tidak
mau ketemu, kalau beneran sayang sama aku harusnya mau untuk ketemu dan bisa
menyempatkan waktu". Aku sampai terbawa emosinya berpikir seperti itu,
hingga kami selalu bertengkar soal masalah ini. Aku tau kerjaan dia seperti apa,
pergi dan pulang pun dia selalu menyempatkan menelepon, tapi aku masih saja berpikir
negatif harusnya aku tidak berpikir seperti itu. Berpikir negatif hanya akan
membuat semuanya makin kacau.
Berbulan-bulan berlalu tapi masih saja belum bisa bertemu,
dia pernah bilang nanti libur lebaran datang ke rumah, tapi tidak jadi karena
dia hanya mempunyai libur 4 hari dan hari itu tepat jalanan lagi macet-macetnya,
tidak mungkin pergi dengan perjalanan seperti itu hanya menghabiskan waktu
dijalanan saja.
Aku selalu bertanya kepada dia "Kamu serius ngga sama
aku? Kalau tidak jangan pernah ngasih harapan apapun sama aku, biar aku tidak
berharap lebih" tapi dia jawab kesekian kalinya "Aku serius menjalani
hubungan ini, kenapa udah ragu? Keliatan sama kamu apa selama ini?". Aku
sempat berpikir baiklah kami tidak bisa bertemu dahulu, mungkin belum saatnya
berpikir positifnya aku. Tapi tetap ketika aku ada ada pikiran itu, pikiran aku
menjadi kacau. Aku tidak bisa menahan emosi itu. Aku sangat menyayangi dia, dia
yang begitu sabar menghadapiku, dia tidak pernah berbalik marah. Dia hanya baca
pesan-pesan aku yang sangat panjang itu tanpa berkomentar banyak juga. Apalagi
yang bisa aku lakukan? Bertemu tidak bisa dan aku hanya bisa meluapkan
kekesalan dan amarahku lewat pesan singkat. Aku sering mengiriminya pesan yang
panjang bisa paling banyak 5 pesan sekaligus yang aku kirim. Hanya itu yang
bisa aku lakukan, supaya dia tau perasaan aku seperti apa, paling dia balas pesannya
"Ya sudah habiskan dulu amarahnya, habiskan dulu emosinya".
Pernah aku bilang , aku ingin bertemu dan dia mau tanpa
penolakan bertemu minggu ini juga, tapi lihat kondisinya dulu seperti apa takut
lembur sampai pagi. Huhhh senangnya perasaaan aku waktu itu. Dan di hari kamis
aku mulai merasakan badanku kurang sehat dan jumat aku akhirnya sakit juga, jumat
itu juga dia pulang sampai pagi lagi. Aku mengirim pesan lagi "Aku ingin
bertemu, aku ingin bertemu bagaimanapun caranya walau itu hanya 1 jam, setengah
jam, 10 menit, 5 menit juga ngga apa-apa asal aku bisa bertemu sama kamu, aku
tidak akan membuang waktumu " Aku mengirim pesan seperti itu dan dia jawab
"Aku pun punya hati, tidak mungkin aku melakukan itu, memang cinta bisa
buat kita jadi irrasional tapi aku tetap ingin rasional".. Ooohh Tuhaannn
disitu aku tidak berhenti menangis aku sampai pagi pun masih mengeluarkan air
mata. Dan dia bilang juga "Hayuu ketemu kalau tidak mau lihat kondisi
masing-masing, aku sakit dia pun sakit, ayo kalau mau ketemu dengan kondisi
kaya gini", aku terdiam. Dan dia bilang "Kita ketemu ingin
senang-senang, ingin makan bersama, ingin jalan bersama, terus kalau keadaannya
seperti ini mau apa".
Mulai sekarang aku akan menunggu waktu itu, aku akan
menunggunya. Aku akan ingat apa yang dia bilang, kalau dia tidak serius dengan
hubungan ini, dia tidak akan bertahan selama ini, sampai detik ini. Dan
sekarang aku hanya bisa berdoa.
Semoga harapan-harapan ini bukan hanya sekedar harapan tapi
akan menjadi harapan yang indah pada waktunya.
Tidak saling berjumpa, tapi saling merindukan. Tidak saling menyapa,
tapi saling mendoakan. Selama merindu, selama menunggu, pantaskan diri dan tundukan
nafsu. Insya Allah jika memang saling mencinta, jika memang Allah mentakdirkan
bersama, sejauh apapun jarak, sesulit apapun berjumpa, suatu saat pasti akan
bertemu dengan cara-Nya yang jauh lebih indah. Ya aku yakin, aku percaya suatu
saat pasti akan bertemu dan bersama.. Amiiinn..
"Semua berjalan dengan indah, meskipun ini bukan kemauan kita, tapi sudah tertata rapi, meski hari ini atau besok kita belum sempat ketemu, mungkin doa kita akan bertemu terlebih dahulu sehingga kita akan di pertemukan oleh doa-doa kita."
"Semua berjalan dengan indah, meskipun ini bukan kemauan kita, tapi sudah tertata rapi, meski hari ini atau besok kita belum sempat ketemu, mungkin doa kita akan bertemu terlebih dahulu sehingga kita akan di pertemukan oleh doa-doa kita."


0 komentar:
Posting Komentar