Sabtu, 25 Agustus 2018

Harapan Yang Terlalu Besar

Diposting oleh wahyuniayu di 13.25 0 komentar
Tidak akan ada yang pernah akan mengerti.
Rasa pahit pun tidak merasa pahit.
Kemana hatiku yang lembut itu.
Apa selama ini aku mengubur luka batin ini terlalu lama,
Dan aku tidak pernah merasa benar-benar bahagia.
Apa aku akan gila dengan keadaan ini.
Semua orang yang semakin kubenci.
Aku benci semua keadaan ini, siapa yang akan membawa aku.
Aku hanya ini membangun keluarga baru yang tidak ada rasa saling membenci, saling manghakimi kesalahan dan tidak ada rasa yang penuh kebencian.
Dulu aku tidak pernah membenci tapi kenapa hatiku benci menerima keadaaan aku.
Aku harus bagaimana ?
Setiap aku berhenti berharap, tapi selalu ada orang untuk membuatku bangkit meskipun aku tidak mengenalnya .
Apa keinginanku terlalu besar untuk itu.
Aku ingin suatu saat aku ingin tetap memakai pakaian yang syari tanpa mempunyai rasa bersalah sedikitpun. Hidup jauh yang tidak ada seorangpun mengenaliku lebih mudah untuk memulai kehidupan baru.
Aku hanya menginginkan ketenangan batin yang sudah tidak aku rasakan lagi.
Hanya itu impian sederhana aku, bukan dengan harta melimpah.
Aku tau orang yang sangat berdosa, tapi Tuhan maha tau segalanya, meskipun aku dihina-hina dan dicemooh, mereka tidak akan tau kenapa aku melakukannya sampai aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain mengijinkan rasa itu datang kepadaku.
Apa bisa aku anggap ini gila, iya memang aku sudah gila.
Karena terlalu banyak kekecewaan yang aku terima dan merasa semua ini bukan keinginanku.
Aku memendam semua rasa itu tapi tidak mengijinkannya.
Dan aku bingung untuk mencari jalan keluar yang baik dan bijaksana seperti apa.
Meskipun ada yang jauh lebih susah dari hidup saya. Tapi aku sudah tidak tahan karena aku tidak tahu harus bagaimana

Senin, 21 Mei 2018

Cahaya

Diposting oleh wahyuniayu di 07.30 0 komentar
Semua kenangan yang ada akan terukir indah dengan pencapaian aku sekarang.
Setidaknya aku pernah menikmatinya.
Indah bersama orang-orang yang terpilih tentunya.
Tidak berubah dan masih tetap sama,
Dimana aku pergi melihat semuanya, keindahan akan dunia ini.
Aku pernah pergi sejauh itu seorang diri.
Dan ingin pergi lebih jauh lagi.
Aku bahagia bahagia.
Karena setiap orang yang datang pasti bukan tanpa rencana Tuhan.
Entah ini akan menjadi salahku atau tidak.
Aku akan menyalahkan diri sendiri terlebih dahulu.
Cepatlah datang masa depan.
Apa akan berhenti atau berlanjut.
Apa akan merasakan kesempurnaan itu atau tidak merasakannya.
Aku bukan aku yang sebenarnya.
Merasa menjadi orang yang sangat asing buat diriku sendiri.
Semuanya bukan inginku.
Aku harus bagaimana menghadapinya ?
Bukankah ini berat.
Aku selalu ingin berhenti melangkah dititik ini.
Dititik yang sama sekali tidak bisa aku tanganin oleh diriku sendiri.
Masih pada permintaan yang sama untuk terakhir kalinya.
Jika hidupku hanya berakhir seperti dan aku sudah benar-benar tidak sanggup.
Aku mohon.
Berhentikanlah aku disini, dititik ini.

Rabu, 03 Januari 2018

Dibali Kata "Karma"

Diposting oleh wahyuniayu di 22.17 0 komentar
Apakah kalian percaya karma ?
Setiap apa yang kita lakukan baik atau buruk akan berbalik.
Apalagi yang kita lakukan yang kita lakukan itu buruk sekalipun.
Setiap langkah yang diambil pasti punya resiko masing-masing termasuk itu baik buruknya.
Terlebih lagi kita telah melakukan keburukan yang tidak akan diterima setiap orang, justru cambuk untuk kita sendiri bagaimana kita tidak diterima dan dipojokan terhadap keputusan kita ambil sebelumnya.
Terkadang kita terperangkap dalam situasi yang memang benar-benar kita tidak berbuat apa-apa, terlalu banyak yang dipikirkan, setiap orang yang dihadapinya menjadi pikiran bagaimana menghadapinya untuk tidak sedikitpun membuat kecewa.
Meskipun itu rasanya sakit, sakit sekali yang mungkin kalau itu diungkapkan dalam sebuah emosi tidak bisa digambarkan secara jelas.
Entah sebenarnya yang dipikirkan, berat ya berat walaupun akhirnya banyak orang yang kecewa.
Tapi satu hal langkah diambil itu bukan kita merasa itu egois untuk kebahagian kita.
Tapi justru untuk melindungi walaupun akhirnya harus merelakan sebagian ada yang terluka.
Kalau dibilang itu mudah atau bahagia, bahkan hati ini pun sudah tidak bisa membedakan untuk rasa bahagia untuk diri sendiri.
Mati rasa, bisa dibilang seperti itu.
Dan kalau dibilang ada karma setiap apa yang dilakukan itu.
Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan ketika itu berbalik menimpa aku sendiri misalnya.
Karena aku tahu berada diposisi ini seperti apa dan mungkin jika karma itu mendatangi saya mungkin aku akan lebih bijaksana dan mencoba menerimanya apalagi mengerti.
Tapi apa harus dengan posisi seperti ini semua orang harus berpikiran buruk terhadap itu, walaupun perempuan sebelumnya memang terhormat karena sebuah gelar.
Itu bukan berarti harus berkata seperti itu.
Karena pada dasarnya setiap perempuan punya keunikan masing-masing terlebih itu dari kekurangan atau kelebihannya.
Dan kalau bisa memilih. Apa mau menghadapi situasi seperti ini?
Terjepit, sesak dan memang terlalu memikirkan perasaan orang lain dibanding diri sendiri.
Terus menurut kalian karma itu seperti apa ?
Semua yang terjadi di kehidupan ini tidak ada yang tahu, mau seperti apa, bagaimana, bahkan tidak bisa memilih kita harus bertemu siapa yang menurut kita baik.
Justru dari setiap kejadian, kita harus berusaha sebijaksana mungkin dan berusaha berpikir semua yang terjadi itu campur tangan dari Tuhan entah itu mengingatkan kita bagaimana cara kita bersyukur dan menjaga apa yang kita miliki.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Diposting oleh wahyuniayu di 21.54 0 komentar
Harapan dalam hidup itu sebenarnya ada atau tidak.
Tuhan sekali lagi aku mohon bantuanmu.
Aku sudah tidak tau bagaimana cara menghadapi semua ini.
Mungkin aku sudah sangat berdosa.
Aku hanya bisa meminta dan meminta.
Aku sudah pasrah dan ikhlas untuk semuanya.
Aku akan menerima semuanya.
Tolong bantu untuk kuatkan aku jika aku harus masih berjuang untuk hidupku sendiri.
Maafkan jika aku merasa tidak sanggup.
Aku yang sudah menjadi lebam membiru ini sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

Minggu, 15 Oktober 2017

Waktu dan Perasaan

Diposting oleh wahyuniayu di 18.41 0 komentar
Perasaan yang susah diungkapkan seakan takut menghadapi kenyataan yang akan terjadi didepan.
Berjalan sampai sekarang itu tidak memungkiri aku telah mengikuti suratan takdir yang harus aku lalui.
Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun aku lalui walau sesungguhnya ini sulit bagiku.
Bila aku bisa berkata, aku tidak kuat dengan perasaan yang menyiksa ini tapi aku tidak pernah kuasa karena aku tak mampu.
Aku hanya bisa meminta bantuan pada-Mu.
Aku yang jauh dari sempurna hanya mampu menyempurnakan yang pernah ada.
Ketika hanya mampu berdiri tanpa bisa mundur atau maju.
Apa aku akan dihujani batu dari sana sini.
Apa aku akan kuat menahan semua batu-batu itu.
Jika aku tidak kuat, ketahuilah aku sudah menanggung semua baik buruknya.
Dan aku merasa kesepian ditengah keramaian ini.
Aku hanya ingin bersujud bersama.



Minggu, 20 Agustus 2017

Libur Bahagia

Diposting oleh wahyuniayu di 20.24 0 komentar
Apa yang akan kutulis ??
hahaha aku hanya ingin menulis dan menceritakannya hanya disini.
Tempat dimana aku bisa leluasa untuk bercerita.
Tapi kenapa yang ada disini cuma kesedihan aku saja yang ditulis.
Aku bukan untuk merasa menjadi orang yang paling menderita atau cuma punya kesedihan saja.
Hanya saja kebahagian itu telah tidak ada dalam diri ini dan merasa untuk tersenyum itu sangat sulit.
Tapi aku hanya dapat menghilangkan itu ketika aku bersama anak-anak.
Hari libur kemarin merasa sangat bahagia.
Seharian bersama sepupuku.
Aku bisa merasakan mengantar anak ke sekolah, berkumpul dengan ibu-ibu TK nya yang aku sendiri tidak tahu apa aku dapat merasakan mengantar anak aku sendiri pergi ke sekolah.
Tapi setidaknya aku bisa merasakannya seperti perempuan sempurna yang lainnya.
Dan selama seharian itu aku bersamanya.
Dua anak kecil yang mengisi kebahagianku saat itu.
Aku sangat bahagia merasa aku sendiri ibunya yang mengurus dua anak sekaligus.
Saat memberi makan, mereka berebutan mau disuapin.
Disitu aku sangat bahagia melihat mereka sangat lahap makan.
Memandikan mereka dengan suara teriakan-teriakan anak-anak itu.
Bukan mandi malah main air.
Memakaikan baju mereka satu per satu.
Menyisir rambut mereka.
Aku benar-benar menikmati waktu itu.
Sangat indah.
Dan tau saat anak satu itu pulang.
Si sepupu aku itu makannya sampai 2x terus dikasih susu dot sampe habis.
Terus minta tidur dan dia manggil ibunya terus tidak keitung berapa kali.
Tapi akhirnya aku bisa menidurkan dia sampai terlelap.
Indahnya .... walau sehari seperti itu tapi aku benar-benar sangat bahagia saat itu.
Merasakan sedikit bagaimana capeknya menjadi seorang ibu yang mengurus anaknya.

Senin, 14 Agustus 2017

Mencoba Membalut Hati

Diposting oleh wahyuniayu di 15.55 0 komentar
Betapa indahnya bukan ??
Saat bersama berdua saling mengungkapkan perasaan masing-masing.
Apa aku hanya akan terus hidup dalam bayangan itu semata, yang semua yang kurasakan hanya sekejap lalu hilang seperti angin.
Seperti angin, angin lalu yang menghembuskan.
Telah aku curahkan semuanya.
Hingga yang tersisa hanya kegilaan emosi semata.
Emosi yang membuatku justru merasakan kesakitan yang begitu dalam lagi.
Tidak adalagi diriku yang kukenal dahulu.
Mana aku yang dulu ?
Mana aku yang dulu yang bisa mengendalikan semua rasa emosiku, rasa kecewaku dalam sebuah DIAM.
Diri ini sekarang mungkin telah berubah menjadi manusia yang sangat gampang dibenci oleh setiap orang.
Bahkan emosi ku sendiri menghancurkan orang yang aku sayangi.
Apa aku akan tetap hidup seperti ini.
Hanya meratapi dan meratapi.
Dan berharap.
Berharap yang akan semakin mencekik ku.
Semua harapan yang dititipku yang tidak bisa aku jaga.
Aku merasa menjadi manusia yang sia-sia.
Setidak beruntungnya kah aku..
Apa aku ini terlalu hina atau aku ini terlalu munafik menginginkan kehidupan yang bahagia.
Aku bukan pencari kebahagian ??
Bukan seperti itu aku hanya ingin mencari seseorang yang mempunyai ketulusan..
Tenang, semua kelukaanku bisa aku balut dengan senyumku, senyumku yang paling munafik.
Hanya untuk menutupi jeritan suara tangis dalam hati.

 

Wellcome to my Kingdom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos