Kamis, 30 Juli 2015

Dia

Diposting oleh wahyuniayu di 15.35
Musim kemarau yang membuat orang-orang kebingungan ketika persediaan air sudah mulai habis, ketika pertaniannya akan gagal gara-gara hujan pun tidak kunjung turun. Begitupun hatinya yang semakin kering tandus dan sebenarnya dia pun tidak tahu apa yang dia rasa saat ini. Yang dia rasa saat ini hanya hembusan angin yang ketika dia memejamkan mata dia seakan akan terbawa suasana yang bisa membuatnya melayang jauh dan membayangkan dia sedang ada dipinggir pantai, mendengar deburan suara ombak teriknya matahari sampai tidak terasa dia menetes kan air mata. Dia ingin menikmati hari-hari terakhir nya di pantai. Dengan segala perjalanan hidup yang dia lewati, dia bisa bertahan bahkan dia bisa menyembunyikan segala apa yang dia rasa, apa yang dia lewati. Memang manusia saling membutuhkan, tapi untuk satu ini, dia bisa merahasiakannya, menyembunyikan apalagi segala sakit yang kurasa. Dan tahu yang dia lakukan dia hanya berdoa kepada-Nya lindungi dia, lindungi jiwanya, lindungi perasaannya.

Dan apa yang bisa dia lakukan jika orang terdekatnya atau orang yang dia sayangi tidak memperhatikan dia lagi, dia tidak akan memohon, dia tidak akan mengemis. Meski mereka tidak akan memberiku kenyamanan itu, dia tidak akan memintanya, biarkan dia sendiri yang akan merasakannya sendiri tanpa berbagi karena sebenarnya tetap yang bisa menguatkan hanya diri sendiri. Selebihnya hanya berusaha memberikan yang terbaik. Dan siapa yang akan peduli ? tetap yang peduli pertama diri sendiri, diri sendiri yang mencoba berusaha tetap tegar melewati semua perjalanan didepan, bila ada yang peduli itu hanya yang nilai plus dari arti manusia itu saling membantu, saling membutuhkan.

Akhir kehidupannya dia pergi sendiri ke tempat yang dia mau, di pantai. Dia sekarang tinggal disebuah desa yang dekat pantai. Sendiri.
Dia pergi meninggalkan semuanya, termasuk keluarganya dan pacar yang sangat disayangi. Kehidupan percintaannya pun berakhir ketika dia meninggalkan pacarnya dan tanpa memberi kabar. Karena semasa hdupnya dia selalu mencari kabarnya ? tapi yang jadi pertanyaannya, apa pacarnya akan mencari nya jika tidak dapat kabar darinya ? Dia yang selalu mencari kabar hanya sebatas mencari kabar, bahwa memang pacarnya ada baik-baik saja pun dia sudah merasa tenang.
Hingga satu bulan berlalu, dia tidak sama sekali mengaktifkan handphonenya, tidak mengaktifkan semua komunikasi yang ada. Sampai penyakitnya kian hari semakin memburuk. Disaat terakhirnya dia mengaktifkan handphone nya, dan ada beberapa sms termasuk dari pacarnya, mungkin awalnya pacar dia berpikir negatif, kenapa tidak mengaktifkan teleponnya ? Pacarnya yang berusaha mencari kabar tapi tidak berhasil. Pacarnya sangat terpukul karena ini, pacarnya menyesal telah mengabaikannya selama ini, mengabaikan perasaannya yang sebenarnya dengan sangat tulus mencintainya. Tidak ada lagi yang bisa mencerewetinya lagi, tidak ada yang manja kepadanya lagi, tidak ada lagi yang marah-marah tidak jelas lagi kepadanya. Tapi kesempatan itu berkahir, dia sudah pergi untuk selama-lamanya. Dan tidak ada yang bisa mengembalikan keadaan itu semua.

Pesan terakhir untuk pacarnya terakhir kalinya.
"hai, apa kabarmu hari ini sayang? Apa baik-baik saja? Bagaimana dengan ketidakhadiranku beberapa hari ini ? Apa kamu tidak merasa kesal lagi, apa kamu tidak merasa sebel jika aku setiap hari mengganggu kamu ? Semoga kamu bisa tenang dengan tidak mendengar dengan cerewetan aku lagi ? Tapi sayang, satu hal yang perlu kamu tahu, sampai detik ini aku masih sangat mencintai kamu, aku masih ingat suara kamu, ingat tawamu, setiap detik, menit, jam, hari aku masih sangat merindukanmu, tapi aku hanya bisa menahan diri untuk bisa mengingatmu hanya dalam hati dan pikiran saja, Terimakasih telah singgah, terimakasih telah memberi warna yang sangat indah di hidupku, Maaf Jika aku selama ini hanya merepotkanmu dengan segala keinginanku yang konyol, karena keinginanku sederhana hanya ingin merasakan perhatianmu yang tulus, kasih sayangmu yang tulus tanpa aku memintanya, love you too .. :* aku sangat sayang kamu, aku sangat merindukan segalanya yang di kamu sayang."

Itu pesan terakhirnya dari dia. Sampai akhirnya warga yang disana menguhubungi kelurga dia untuk memberi kabar bahwa dia sudah meninggal disini. Dan mungkin pacarnya telah kehilangan orang yang sangat mencintainya walau menyebalkan tapi itu cara dia yang salah menujukan rasa sayangnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Wellcome to my Kingdom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos