Hiduppp hiduupp..
Benar-benar butuh perjuangan yang sangat keras. Harus kuat tahan banting mau bagaimanapun jalannya. Harus kuat menahan beban sendiri. Kita harus dan pasti bertemu dengan orang yang berbagai karakter dan kita harus bisa memahaminya, toleransi. Tapi terkadang ekspetasi yang didapat tidak selalu sama dengan kenyataaannya.
Terkadang kita salah menilai, saat kita nilai baik tapi belum tentu baik, diantara berjuta-juta orang di dunia. Orang yang terkesan baik yang tulus dan orang yang hanya pura-pura baik itu berbeda tipis. Bahkan jika tidak ditelaah benar-benar tidak kelilhatan bedanya samar-samar, tapi jika diperhatikan dan kita berpikir apa yang pernah dilakukan dan dikatakan akan kelihatan.
Aku sendiri bukan orang senang dimanjakan atau memanjakan, kehidupan saya sudah terbiasa mandiri karena dalam pikir saya, saya tidak mau membebani orang, merepotkan orang. Selagi sakit pun saya tidak merasa sedih, jika harus pergi periksa sendiri, makan sendiri, karena tetap yang bisa menjaga diri kita, diri kita sendiri harus sadar diri jauh dari orang tua, jika kita sakit mungkin tidak ada yang seperhatian orang tua, karena kita bersama teman yang sama-sama sedang bekerja. Kita tidak mungkin egois hanya memikirkan diri kita sendiri bukan ? Berbeda halnya jika kita yang mandiri bertemu dengan orang yang ingin seperti dimanja, ingin diperhatikan. Cara perhatian setiap orang mungkin berbeda setiap orang, iya iyaa mungkin aku tidak bisa seperhatian orang-orang karena perhatian aku hanya sebatas bicara ayo makan, ayo makan tanpa dengan tangan aku sendiri melakukannya.
Mungkin aku hanya bisa sebatas itu karena aku sendiri tidak terbiasa dengan perlakuan berlebih jadinya apaa terjadi salah paham. Kita sudah bermaksud baik tapi mungkin kebaikan kita tidak dianggap baik dengan sebagian orang. Tidak bermaksud kebaikan kita diingat, cumaa iya setidaknya jangan menutup mata dengan apa yang orang telah lakukan baik tapi semakin menutup mata karena ada orang yang lebih lebih baiknya..
Iya namanya juga dalam kehidupan, harus terima jika ada yang berkomentar buruk atau baik. Setiap orang berbeda-beda dalam penerimaannya. Jadi harus akui itu.
Kita tidak bisa mengelak semua itu, kita bertemu dengan banyak orang, setidaknya cukup berbuat baik kepada setiap orang, terserah yang menerima akhirnya apa akan diterima dengan baik juga atau tidak. Karena urusan kita bukan hanya pada sesama melainkan kepada TUHAN juga yang telah memberikan kehidupan yang layak bagi setiap hambanya.
Senin, 13 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar