Jumat, 17 Februari 2017

Kenanglah aku

Diposting oleh wahyuniayu di 09.33
Ketika orang hanya bisa berkomentar tanpa tau apa yang dirasakan..
Tidak mungkin membuat orang harus mengerti dengan keadaan yang kita alami.
Ketika perasaan yang terhimpit.
Dan merasakan keraguan yang seakan tidak pernah berhenti, keraguan tak mampu untuk melewatinya.
Atau hanya sebuah rasa ketakutan.
Beberapa hari ini aku melupakan-Mu, sangat melupakan-Mu, disaat aku ingin mengadu tapi aku tidak bisa melakukannya. Disaat aku akan memulai tapi terhalang.
Tuhan,, maafkan aku yang telah melupakanmu beberapa waktu ini.
Seakan aku lupa pada yang telah memberikan aku hidup.
Aku tidak merasakan ketenangan ini mungkin aku sedikit atau sudah melupakanmu.
Tuhann..
MenurutMu yang terbaik untukku apa ?
aku telah memasrahkan semuanya..
Taatku yang telah berkurang kepada-Mu, apa aku masih pantas untuk mengadu lagi kepada-Mu.
Dan hanya meminta pertolongan untuk hamba-Mu yang hina ini.
Siapa yang akan paling mengerti.
Perasaan yang semakin terasa sesak seakan waktu ini mau berhenti.
Menahan rasa ingin menangis yang memenuhi dada dan aku berusaha untuk menahannya.
Ini adalah bagian proses yang aku harus lewati..
Jika aku tak mampu, apa Tuhan ingat apa pintaku ?
Jika ku merasa tidak mampu, ambilah aku.
Aku tidak ingin melakukan lagi apa yang seharusnya aku tidak lakukan.
Tidak melakukan apa yang seharusnya aku hindari.
Dan aku salah, yang tidak pernah berusaha untuk tetap taat pada-Mu.
Selalu melalaikan dan selalu melalaikan.
Apa aku pantas untuk meminta yang terbaik untukku, jalan yang terbaik untukku.
Jika ini adalah sebuah hukuman buat aku untuk merasakan ini.
Aku akan sangat menerimanya.
Menerima semua ketetapanMu terhadapku.
Karena yang berhak menilai baik itu cuma Tuhan..
---
Kenanglah aku dalam hatimu
Kenanglah tawaku dan tangisku.
Kenanglah baik ku dan marahku



0 komentar:

Posting Komentar

 

Wellcome to my Kingdom Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos